“What can be said at all can be said clearly; and whereof one cannot speak thereof one must be silent” – Ludwig Wittgenstein
“Silence is golden” – anonymous
want to know more about beauty beyond the statics ??? visit www.shabzone.blogspot.com !! also share your thoughts there!!
” Cinta adalah curahan kasih sayang yang disertai dengan pengorbanan! ” -jenderal
“You are the music in me”, the song is playing in my winamp now =)
Today, I chat with my best friend, Alicia Nevriana, it seems to be zillion years since the last time we chat and laugh! Yeah, I seem to be exaggerating but its true! I am very happy to have such a quality time with her. My heart is completed again and it freed my soul!
I won’t say that my life is dull without her. Let’s see, I have my family, I have many other friends, I have my new little family, I have jenderal, I have almost everything that a person could hope for. I am happy, though I feel sad too, sometimes. That’s the fact, indeed. Yet, without her, it’s like something is missing inside of me. Yes, I am happy, but it’s not like I’m full up with happiness. Yes I’m sad, but there is some strength inside that reminds me, “I’ll always be here, if you fall”. Do you see what I mean??
My best friend is not everything but she IS a very very very important part of my life! When I talk with her (or any other way of communication), when I know how is she doing today, when I’m sure that she has a great life, when I know that no one around her is hurting her, I feel completed. It’s like I can say to God “Okay, God, I’m completely happy with my life, very satisfy with it, there is nothing You can give to make it better. You may take me now, if You want”. Exaggerating?! No, my friend, I’m telling you the truth. Yes, I have many dreams to be accomplished, but after all, it is people that you love, who brings the REAL happiness to your life, or at least to my life. “To be depressed is to be lonely; to have a friend is to be happy”*!

Do you know what I like the most from having best friend? It’s the calm, deep down in my heart! You won’t feel jealous when s/he has another friend or best friend. You’ll be thankful, because there are people who take care of him/her when you’re not around. You are not afraid of making mistakes, because you know that s/he will understand, best friend doesn’t need explanation, s/he will simply understand. You could chase your dream, without being afraid of defeat. S/he will always be there to keep your head up high, to bring the smile back to you, make you learn, not suffer, from the defeat. You don’t need to be alone to face something, only ask to your heart what the right answer is, you can ask him/her for sure. S/he is another half of you. S/he knows you, maybe even better than you know yourselves. “A best friend is someone who knows the song in your heart and can sing it back to you when you’ve forgotten the words”*.
Yeah, I know, there are some moments that may be not as good as what I have explained. But it’s only tiny obstacle, my friend. Even for me, it’s not obstacle at all. It’s just a way to strengthen the value of friendship, to know how valuable your best friend is, to understand him/her better, to be a joke later, laughing at how stupid we were at the time =) “Truth and tears clear the way to a deep and lasting friendship”.
Well, if in the worst case, s/he betrays you, I’m sure that the person is completely not your other half! Your best friend “is the one who walk in when the rest of the world walks out”*. Therefore, the one who stabs you from the back could only be called as bastard!
Hmmm… This is my favorite quote, “We call someone who lose their dad, as an orphan. We call someone who loses her husband as a widow. But what we could call someone who loses their friend? Every language stays silent about that, since it’s too painful”*.
So, be thankful to God for having a best friend to complete your life also don’t forget to express your love to your best friend, they worth it!!! As for me, Alicia is the music in me (^_^). I love you, li!
* taken from a hand-written note by Alicia, given to me at the first time I flew to Turkey (n_n)




kangen ficooo… =)
Iri, apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata itu? Adakah diantara kalian yang tidak pernah merasakan iri, cemburu, jealous, envious (or whatever, you may use any word in any language you like!)?? Jika ada yang menjawab iya, maka aku iri dengan kalian. Hehe =p
Untuk memulai tulisanku, aku akan mengungkapkan hal klasik yang sudah diketahui semua orang sejak zaman firaun belum ada! Sesungguhnya, iri bisa membawa efek positif dalam hidup kita. COMPETITION! Itulah sisi positif yang ditawarkan oleh iri. Mengapa?? Well, sesungguhnya iri adalah bentuk ketidakpuasan atas ketidakmampuan kita untuk melakukan, meraih atau memiliki sesuatu. Dengan menyadari “ketidakmampuan” itu, maka kita seharusnya terdorong untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri kita, hingga mampu meraih apa yang kita inginkan. Disitulah letak kompetisi, sisi positif dari rasa iri. Basa – basi memang, bahkan sebelum lahir ke dunia pun, semua orang sudah tahu!! Hehe (^^) Yaaa, aku dah ngasih peringatan kan tadi??
Nah, sekarang, kita harus melihat realiti (OUCH!! You know, I hate that word to the smallest cell in my body!!). “Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit”, kata Iwan Fals dan Padi. Begitu pula rasa iri. Jangankan berpikir untuk memperbaiki diri, atau sekedar mengingat arti iri! Yang ada hati dah dongkol duluan dan rasanya pengen makan orang terdekat!! Ga ada yang salah dari itu lah, sangat manusiawi, karena semua itu butuh PROSES!!! (kata ke-2 yang paling aku benci setelah realiti, yuckz!)
Kalau aku iri, ya sudah makan aja apa yang ada di sekitar. Lampiaskan rasa iri kemana yang aku suka. Tulisan – tulisan kasar nan semena – mena, coretan – coretan berdarah, tembok yang hancur lebur, remah – remah roti ludes (oke, aku mulai lebayy.. hahaha).. Kawan, iri itu kan juga energi, hanya saja itu energy negatif. Seperti kita tahu dari jaman SD, energy itu ga dapat dimusnahkan dan ga bisa diciptakan, hanya bisa berubah bentuk. Makanya, kita harus merubah bentuk energi negatif itu menjadi “sesuatu”. Syukur – syukur, kalo kita bisa merubahnya jadi hal positif. Kalo ga bisa, yaa lampiasin aja! Seenggaknya membuat kita kehabisan energy dan ga iri lagi!! Ya ga??!! Hehehe…
Hmmm, bukan tulisan yang bagus memang dan tidak member solusi sama sekali. Yaaaah maklumlah, sebagai seorang “sleep on-timer” (selalu tidur jam 10 tepat), akhir – akhir ini aku ga bisa tidur on-time, jadi aja banyak syaraf putus dan otak sangat terganggu.. hahahaha….
Udah ah, makin ga jelas ajah.. dah jam sebelas malam nih, mari kita tidur!!! Good night everyone!!
Aku, seorang anak remaja berusia hampir 19 tahun. Jangan kau tanya masalah politik kepadaku, aku hanya bisa menertawakannya. Jangan pula kau ungkit masalah lingkungan itu, aku akan menjawab pesimis. Aku adalah seorang yang keras hati. Idealis dan tidak realistis. Aku hidup di duniaku sendiri, jauh dari gemerlap dunia namun tidak pula dunia para alim itu. Aku menyangkal apa yang mereka tuding kepadaku, dan tidak kusibukkan diriku untuk menunjukkan kepada mereka kebaikanku. Aku terus memaksa melangkahkan kakiku ke tempat yang kumau. Aral melintang, seringkali membuatku terdiam di tempat, tak sanggup melangkah ke tempat yang kumau dan tak juga hasratku merubah tujuan. Aku tidak bersahabat dengan luka, aku benci dia. Jutaan kali kutanyakan makna hadirnya diriku di dunia ini, di kehidupan kalian, di kehidupan mereka, di kehidupanku. Tidak, aku tidak atheis. Aku percaya Tuhan itu ada. Entah memang aku percaya Tuhan itu ada, atau aku percaya surga dan neraka itu ada, sehingga aku “terpaksa” percaya Tuhan itu ada? Kawan, aku ingin berbicara kepadamu tentang surga dan neraka itu sekarang. Atau hanya neraka, terdengar lebih tepat.
Hari ini, ketika aku terbangun dari tidurku, aku teringat pada pesan dari seseorang yang tak ku kenal. Isinya cukuplah aku yang tahu. Dia mengutukku atas apa yang telah kulakukan. “Semoga kamu membusuk di neraka yang terdalam”, kejam bukan? Jangan khawatir, aku melakukan sesuatu yang lebih kejam dari itu. Kalimat itu terdengar sangat wajar sekarang. Pertama kali yang kurasakan saat kubaca kalimat itu adalah takut. Ya takut, aku tidak marah. Takut pada sang pengirim pesan kah? Takut pada ancamannya kah? Takut pada kesadisan kalimatnya kah? Tidak, aku takut pada neraka yang dia bawa – bawa itu. Kukatakan aku hidup di duniaku sendiri dan aku pun bangga mengatakan itu. Namun, keseimbangan duniaku terganggu dengan pikiran itu. Ya, aku takut pada neraka itu. Silakan tertawa!
[pemikiranku harus terputus karena ada teman serumah yang datang ke kamarku dan memutus inspirasi, jadi kemungkinan besar gaya tulisannya akan berubah, karena mood seriusku terganggu.. hhhhh T.T]
Aku bukan seorang yang sangat ikhlas menjalani segala sesuatunya dalam hidup ini. Seringkali aku menerapkan prinsip ekonomi dalam apa yang aku lakukan. Aku melakukan sesuatu karena aku mengharapkan akan mendapatkan sesuatu, atau paling tidak berharap aku tidak mendapatkan sesuatu yang buruk. Aku bangun di pagi hari, menyisihkan waktu di siang dan sore hari, meninggalkan keriangan senja dan menunda tidurku untuk bersujud kepadaNya. Tak akan kupungkiri, sering kali aku melakukan itu hanya karena aku takut akan bayangan api yang membara. Chrisye dan Ahmad Dhani telah lebih dulu menunjukkan inti yang kumaksud melalui lagu kepada khalayak. “Jika surga dan neraka tak pernah ada, masih kah kau menyebut namaNya. Jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah kau sujud kepadaNya”.
Kawan, aku takut pada neraka. Entah aku harus bangga atau malu mengatakannya. Setidaknya aku merasa bahagia surga dan neraka itu ada. Bayangkan jika surga dan neraka itu tidak ada, apa yang telah aku lakukan di dunia ini, hanya akan menjadi sampah dan tidak berbalas apa – apa. Sangat tidak sesuai dengan prinsip ekonomi bukan? Aku lebih takut lagi membayangkan semua yang kuperjuangkan di dunia ini tak ada arti saat aku menghadapi kematian. Ketiadaan. Jika surga dan neraka itu tidak ada.
Kawan, jika diantara engkau ada yang tidak berkenan dengan perlakuanku, perkataanku, pemikiranku atau apapun lah sesukamu, maka katakanlah padaku. Marahlah padaku, cacilah aku, hempaskan semua dendammu padaku. Namun, jangan kau sumpahi aku membusuk di dasar neraka terdalam itu. Aku tak akan pernah membusuk disana. Aku hanya akan merasakan penderitaan yang sangat lagi, lagi dan lagi disana. Tanpa henti. Abadi. Dan aku takut.
the design of my blog has changed!! Honestly, I don’t like it that much, but since it’s the best that I could find, so no problem. One day, when I have enough knowledge in web design and design graphic, I’ll definitely make my own theme! YEAHHH!! Wait for me, Tumblr!!
for the content, I’ve made up my mind and focusing this blog to be life-experience blog. Whether it’s something that I experienced myself, my friends, or my thoughts about my life and other’s.
So, what do you think??
berjanji kepada diri sendiri untuk lebih peduli kepada keberadaan dan perkembangan blog - blognya.. heheuu…
Warning : Isi postingan yang satu ini RUARRRR BIASA panjangnya dan membosankan! Kalo kamu ga punya waktu luang, mendingan kamu save halaman ini dan baca pas ada waktu luang, pastinya jangan sampe ga dibaca!! hahaha
Meski blogku ini ga dibaca ma jutaan orang, tapi aku yakin, ada segelintir orang yang penasaran dengan apa sih yang sedang aku lakukan.. hehehe. Pe-de memang, tapi kalo ga pe-de bukan Shabrina namanya!
Udah lama banget aku ga nulis di blog yah, niat untuk nulis sih ada, tapi waktu itu, aku bosan ma tulisanku sendiri. GARING! Ga menarik aja gitu, jadi males aja mau nulis. Terus kenapa sekarang nulis lagi?? Yaaah, bukan berarti aku dah berhasil “naik sabuk” jadi master dalam urusan tulis – menulis ini, tapi lebih karena sekarang aku lagi begadang (begadang pertama semenjak aku kembali ke Turki!!) dan juga kesepian. Alasan klasik memang, tapi mau gimana lagi??
Nah, tapi aku bingung mau nulis apa. Terlalu banyak yang terjadi tampaknya. Hahaha… Oke, kalo gitu dimulai dari hal paling ga penting tapi penting dalam hidupku sekarang, yaitu KULIAH! Ada apa dengan kuliah? Hmm.. satu kata, KUTU! Ga kayak tahun pertama yang super duper nyantai banget, mau dateng ya bagus, ga dateng juga ga ada yang nyariin, ditahun kedua tuh hampir semua pelajaran itung – itungan absen!! Buat orang kayak aku yang mood – mood-an abis buat dateng ke kelas itu tuh SANGAT MERUGIKAN! Seakan daftar absen ga cukup tuk ngebuat aku menderita di masa mudaku, tugas – tugas pun tiba – tiba menumpuk di tahun kedua ini! GILA memang tu dosen – dosen!
Terus yah pelajaran – pelajarannya jadi tidak terjangkau gitu, serasa aku ada di planet Pluto, biasa belajar 1 + 1 = 2, tiba – tiba harus bergaul ma yang namanya CONSERVATION OF MASS dan EINSTEIN! Coba aja yah, kamu bayangin duduk di satu ruangan selama dua jam, ga ngerti apapun yang dibicarakan ma si guru gendut maap pak.. saya hanya bicara fakta dan realita :p di depan kelas dan ngedengerin kata CONSERVATION OF MASS, untuk ke-sejuta kalinya!! Terus pas pelajaran Concepts of Modern Physics juga mirip gitu.. bahkan pas aku dah keluar kelas, kayak ada angin terus menerus ngebisikin kupingku, Einsteiiin.. Einsteiiiin.. Einsteiiin.. sampe – sampe aku terinspirasi buat ngasih nama anak, Muhammad Einstein! Gileee„, ga kebayang betapa beratnya hidup tu anak dikasih nama 2 orang paling berpengaruh di abad 20 dan 21… ckckckck *geleng – geleng kepala*
Oke, kesimpulan tentang kuliah : TIDAK SESUAI HARAPAN! Sudah cukup sampai disini aku membahas tentang kuliah, mual langsung aku mengingat – ingat kuliah (=.=ii)
Yang kedua tentang CINTA!! Kenapa cinta??!! Karena mas-nya si Qoni bakal nikah tanggal 17 ntar. Terus – terus yah, kisah cinta si mas-nya tuh keren! Jadi begini ceritanya, sebenarnya mas-nya Qoni ma calon istrinya tuh satu angkatan pas kuliah, cuma ga pernah ngobrol atau gimana – gimana. Cuma sekedar tau “oh, ada anak namanya xxx di jurusan yang sama ma aku”gituuu.. Terus – terus di suatu kesempatan setelah lulus, mereka ketemu lagi. Nah pas ketemu lagi itu lah ada benih – benih cinta (alaaah apa coba) yang tumbuh di hati mereka. Langsung lah tu si mas-nya Qoni dengan “jantannya” mengajukan mau taaruf (hari gene ga tau taaruf? Ke laut aje lo! Hahaha) eh,eh,eh ternyata si calon istrinya itu juga dah manut – manut aja dari awal. Hahaha.. dah sama – sama terbius oleh pesona masing – masing mereka itu. Mantabh kan??!
Tapi sayangnya, Qoni ga bisa menyaksikan pernikahan mas-nya itu secara langsung. Soalnya kan dia masih di Turki. Nah, jadilah ini salah satu sebab mengapa Qoni tampak sangat mood – mood-an akhir – akhir ini (kalo yang ini mah analisis saya ajah =p) Coba – coba kalian pikirkan jikalau mas-mu satu – satunya yang selalu ngajakin berantem, tapi juga baik hati dan perhatian, mau nikah, tapi kalian ga bisa dateng ke nikahannya, kalo ga nangis darah kalian??! Yaaa… aku sudah berpikir (berasa pinter banget aku. Haha xD), tapi memang ga ada solusi yang menyenangkan hati semua orang sih. Semoga aja meski ga menyenangkan, tapi itu yang terbaik buat semuanya. Amien… (loh kok jadi curhat tentang Qoni??!)
Oke, kembali ke cinta.. kan di film Kambing Jantan yang aku tonton tadi itu, permasalahan utamanya tuh Long Distance Relationship yaa. Kebanyakan L.D.R tuh gagal! Kenapa gagal?! Yaaa coba aja bayangin, orang yang disayang ada di seberang lautan nun jauh disana, jangankan sewaktu – waktu dateng bikin surprise yang menyenangkan hati, DIMINTA untuk dateng pun belum tentu bisa dateng. Mau nelpon atau sms, mahalnyoooo!! Bikin ga makan 7 hari 7 malam! Padahal, komunikasi itu pentingnyaaaa naujubilee. Kalo komunikasi gampang kan, salah paham dikit bisa langsung diluruskan. Nah kalo ngelurusinnya nunggu ada uang buat beli kartu telepon ato kiriman pulsa buat sms, kan rebek juga. Keburu putus duluan deh! Hahaha, curcol! Mo bilang apa coba?!
Pake internet? Emangnya internet ga bayar? Mo pake hotspotan gratis yang mulai betebaran dimana – mana, koneksinya bikin sakit ati! Salah paham lagi ntar. Terus juga perbedaan waktu.. Di sini baru beres kuliah, tapi di tempat nun jauh disana dah jam 11 malem, tempat hotspotan dah pada tutup semua! Belum lagi kalo ada yang gaptek, atapiuloooh tamat aja itu mah! Hahaha. Perubahan – perubahan yang ga bisa langsung diadaptasi menambah panjang daftar problematika yang harus dihadapi. Coba aja kalo ngeliat pasangan tiba – tiba jadi berewokan, ato ga jadi segede kuda nil, ato malah dah timbul keriput disana – sini loh??!!. Kalo sering ketemu kan perubahan – perubahan sedikit demi sedikit ga berasa. Berasanya mah pas ngebandingin foto aja. Dulu kamu dan aku sama – sama cakep dan keren, kok di foto yang sekarang aku tambah cakep, tapi kamu tambah ancur yaa??? Hahahha.. gitu deehhh..
Diatas itu semua yang paling parah adalah godaan di sekitar! Mas – mas ganteng yang perhatian atau mba – mba cantik nan baik hati betebaran di sekitar kita. Beuh! Pengen rasanya jalan sambil nutup mata biar ga tergoda, tapi takutnya disangka buta malah tambah ditolongin ma mas – mas perhatian atau mba – mba baik hati, tambah berantakan kan tuh. Hahaha.. *ngarep banget dah!*
Nah, terus adakah cara supaya L.D.R berhasil? Jangan tanya aku deh! B.E.R.A.N.T.A.K.A.N itulah L.D.R menurut aku. Ga peduli seberapa keras pasangan kamu meyakinkan dia sayang kamu juga ga akan pernah masuk ke hati! Semuanya harus dikembalikan ke keyakinan masing – masing! Kalo boleh minjem istilahnya Raditya Dika mah, cinta yang kita miliki tuh harus CINTA BRONTOSAURUS! Lebih besar dari gajah, HUGE, GIGANTIC!! Kalo ga kayak gitu yaaa tamatlah riwayat L.D.R tersebut. THE END …………………………………………………………………………………………………………………………………… sama yang jauh..silakan gaet mas – mas ganteng atau mba – mba cantik terdekat.hehehe
Kuliah udah, cinta udah.. hmmmm… apalagi sih yang biasanya mewarnai hari – hari anak muda?! Temen – temen kali yeee. Kan aku lagi merantau ke tanah orang nih. Tahun lalu, temen sekampung cewe yang aku kenal dan ada di kota yang sama ma aku cuma 2 orang. Nah tahun ini dah banyak buntut. Kalo kata orang Batak mah, Buteeeeet.. Buntut berenteeeeet.. hahahah… Lumayanlah buat nambah – nambah koleksi ulang tahun biar bisa ditraktir di kala uang cekak, buat minjem uang dikala beasiswa ga kunjung turun apalagi yang buat bayaran sekolah!! Adduhh..adduhh curcol lagi, buat meramaikan suasana ampe – ampe diamuk sang empunya apartemen. Wkwkwkwk, buat bikin orang Turki jiper (hahahhaha… kadang oke, seringkali aku bahagia kalo ngeliat mereka ga nyaman dikeroyok anak – anak Indo.. wkwkwkw *maaf, tapi kadang akupun butuh dimengerti, bahwa hidup jadi kaum minoritas tuh nelongso!), buat melupakan sejenak rasa kangen ma orang – orang tersayang di kampung halaman, buat meringankan beban hidup (terutama beban koper – koper saat pindah rumah =P), dan lain – lain (maaf kosakata yang ada di dunia ini terbatas, sehingga banyak yang tak bisa digambarkan dengan kata – kata kawan! *aslinya mah bingung mau nulis apa lagi. Hehe*)
Dah dini hari.. perut keroncongan, tapi tampak ga ada yang layak makan (ga mungkin aku ngemut hape kan??!! Wakaakakak xD) tampaknya harus segera tidur jika tidak ingin daftar absen tercoreng lagi besok (pheww T.T). Lagipula aku sudah menulis cukup panjang tuk mengganggu minimal 10menit dari hidup kalian kan?! Hehehe…
Having fun with my brothers!!!
It SUPPOSED to be a poem, but since it’s ME who made it, sooo…. it’s just a junk. Still, I have to update this blog, so I just publish that. Hohoww!!
Kulangkahkan kaki di jalan setapak
Lurus, tak berliku tak pula berujung
Dingin, sinar mentari menyinari wajahku
Angin hutan membelai rambutku, hampa
Terkungkung teduhnya rimbun dedaunan
Aku bersembunyi di sana,
Dirumahku, diatas pohon itu
Irama air terjun mengiringi tangisku
Tak sanggup langit kelabu menenangkanku
Titik – titik air perlahan menghapus duniaku
Kupandang keluar sana dari jendela kecilku
Awan berarak dan pelangi yang pemalu
Musik sang ilalang meramaikan dunia
Ya, disana di padang hijau itu
Tak tertarik dengan semua itu
Kembali ku bersembunyi,
Disana di hutanku nan gelap
my favorite words, originated by Jenderal
SNMPTN!! Apa yang tergambar di benak kalian jika mendengar kata itu? Ujian melelahkan yang bikin stress dan berdebar – debar bin jantungan menunggu hasilnya.. Nah, tadi pagi saat lagi menikmati kemacetan kota Jakarta, terlintas tentang peluang SNMPTN di otak yang kosong ini. Apakah gerangan sesuatu yang numpang lewat itu? Ayo lanjut bacanya… (n_n)
First thing first guys, kita harus melihat kondisi per-seleksian perguruan tinggi zaman sekarang. Ujian saringan masuk perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berjamuran dimana – mana. Ujian – ujian tersebut sudah dilaksanakan jauh – jauh hari, bahkan sebelum ada kepastian seseorang lulus SMA atau ga. Ditambah lagi, perguruan tinggi swasta (PTS) yang makin hari kualitasnya makin bagus dan ga kalah saing ma perguruan tinggi negeri (PTN). Pastinya, hal ini sedikit banyak membawa pengaruh ke peruntungan seseorang untuk masuk ke PTN melalui SNMPTN. Pengaruh?? Apa ngaruhnya gitu?
Nah sekarang kita lihat pengaruh pertama yang paling terlihat dengan jelas, akibat adanya ujian masuk yang lebih dulu diadakan oleh para PTN favorit, yaitu JUMLAH KURSI. Yup, bener banget. Jumlah kursi yang diperebutkan di SNMPTN menjadi lebih sedikit, dibandingkan dengan ketiadaan ujian – ujian masuk itu. So, peruntungan di SNMPTN makin jelek dong?? Weitz, tahan dulu pendapat kamu, karena aku baru mau masuk ke point kenapa aku buat tulisan ini =)
Selain data konkret seperti jumlah kursi, kita juga harus memperhatikan yang namanya segi psikologis!! Sekarang, bayangin kamu udah ikut USM 1 dan 2 buat masuk ITB, dah ikut UMB UI, UM-UGM, dan entah apalagi PTN – PTN yang membuka ujian masuk, bahkan, kamu dah ikut seleksi ujian masuk PTS, sebut aja, BSM, Trisakti, Gunadarma, Telkom, dll. Tapi, dewi fortuna ga berpihak ke kamu, kamu ga berhasil mendapatkan kursi. Ditambah lagi, temen – temen kamu juga dah berbangga – bangga dan berlega hati karena mereka diterima di universitas yang mereka pilih. Seakan itu ga cukup, kamu juga tau banget kalo kuota SNMPTN tuh jadi tambah sedikit gara – gara dereten ujian itu. Nah, apa yang bakal kamu lakuin?? Logikanya, kamu bakal “banting harga” demi “kalah terhormat”. Kamu bakal menurunkan standar pilihan kamu. Misalnya pas USM ITB, kamu pilih STEI, pas SNMPTN, yaaa MIPA laah… (maaf ga bermaksud merendahkan orang MIPA, cuma berdasarkan data yang aku punya, passing grade MIPA lebih rendah dari STEI.. maaaafff banggettt)
Tentunya, ga bakal semua orang kayak gitu. Cuma orang – orang yang CONFIDENCE aja yang bakal tetep ga menurunkan standarnya atau bahkan naikin standar pilihannya. PEDE karena apa?? Karena mereka dah mati – matian belajar ampe hampir mati beneran. Sedangkan yang pas – pasan, seperti yang aku tulis tadi, LOGIKANYA mereka bakal ganti pilihan.
Nah, jadi peluang seseorang lolos SNMPTN, kalo menurut aku (sorry kawan – kawan, saya AMATIR) akan lebih besar jika dia berani bertaruh tuk ngambil jurusan – jurusan “mematikan” a.k.a jurusan yang emang butuh nilai tinggi. Sedangkan persaingan di jurusan – jurusan yang tadinya “kurang” diminati sekarang justru jadi lebih tinggi dan lebih “panas”!
Yaaaa… itu sekedar itung – itungan sederhana dari seorang Shabrina, yang hanya memikirkan sedikit faktor psikologis aja.. (dan aku ga ada latar belakang pendidikan psikologi, jadi harap maklum kalo ngaco.. haha).. udah ah segitu aja, cuma iseng menuh – menuhin blog aja… hehehe
Peace ah v(^^)v
hisrfamdw7